Berdasarkan gambar disamping Val IT memberikan pedoman,
proses-proses dan dukungan praktis untuk membantu pimpinan dan
manajemen ekskutif dalam memahami dan melaksanakan peran yang
sesuai dengan investasi teknologi informasi. Val IT memfokuskan
pada keputusan investasi (are we doing the right things?) dan
merealisasikan keuntungan (are we getting the benefits?).
Sebagai respon terhadap kebutuhan mengenai hal inilah kemudian ISACA meluncurkan
sebuah framework yang memberi arahan bagaimana manajemen nilai ini
diterapkan. Dan framewokr tersebut diberi nama Val IT.
Framework Val IT yang membahas GEIT ini memiliki fokus utama pada
manajemen dan penciptaan value dari IT. Framework ini dimulai dari
premis bahwa penciptaan nilai dari investasi IT merupakan tanggung-jawab
dari manajemen bisnis. Nah, untuk membantu manajemen bisnis dalam
mengorganisasikan dan menjalankan tanggung-jawabnya tersebut, Val IT
mendefinisikan 22 proses bisnis terkait IT, praktik-praktik manajemen
utama yang berkaitan, panduan manajemen berikut model kematangannya.
Bagaimana hubungannya dengan CobiT?
Val IT bersifat komplementer terhadap COBIT dan bahkan mengikuti
struktur dan template yang sama. Val IT memiliki 22 proses yang
dikelompokkan ke dalam tiga domain, yaitu:
(1) Value Governance (VG);
(2) Portfolio Management (PM); dan
(3) Investment Management (IM).
Domain
VG membahas mengenai struktur dan proses-proses yang dibutuhkan untuk
memastikan praktik-praktik manajemen nilai telah berjalan di organisasi.
Domain ini mencakup keterlibatan kepemimpinan (VG1), definisi dan
implementasi praktik-praktik manajemen nilai (VG2), dan integrasi
manajemen nilai dengan proses-proses manajemen finansial organisasi
(VG4). Domain ini juga membahas mengenai tipe-tipe portofolio dan
kriteria yang perlu ditentukan oleh bisnis (VG3), bahwa monitoring tata
kelola yang efektif mesti diterapkan di atas praktik-praktik manajemen
nilai (VG5), dan harus ada siklus perbaikan yang berkesinambungan
berdasarkan lesson learned sebelumnya (VG6). Proses-proses pada domain ini berlaku sebagai payung yang menaungi proses-proses pada domain Val IT lannya.
Domain PM membahas mengenai proses-proses yang dibutuhkan untuk
mengelola seluruh portofolio investasi-investasi TI. Domain ini mengatur
bahwa arahan strategis dari organisasi mesti diklarifikasi dan bahwa
target portofolio mesti ditetapkan (PM1). Juga, sumber daya yang
tersedia terkait dengan pendanaan (PM2) dan SDM (PM3) perlu
diinventarisasi. Berdasarkan justifikasi bisnis yang detail hasil proses
pada domain IM (IM1-1M5), maka kemudian program-program investasi
tersebut dipilih dan dipindahkan ke portofolio aktif (PM4). Kinerja dari
portofolio aktif ini perlu dimonitor secara kontinu dan dilaporkan
(PM5) serta terus dioptimalisasi (PM6) berdasarkan laporan-laporan
kinerja yang keluar dari proses-proses IM.
Proses-proses pada domain IM ini sudah bekerja pada level individual
suatu investasi IT tertentu. Lima proses pertama dalam domain ini fokus
pada munculnya peluang-peluang investasi baru di organisasi (IM1) dan
pembuatan justifikasi bisnis yang rinci (IM5) untuk peluang-peluang yang
sudah disetujui, termasuk analisis terhadap aksi-aksi yang dapat
dilakukan (IM2), pendefinisian rencana detail program (IM3) dan
analisis cost-benefit secara
keseluruhan (IM4). Setelah persetujuan terhadap justifikasi bisnis
rinci (PM4), program-program investasi baru diluncurkan (IM6) dan
dimonitor (IM8) dan, jika perlu, justifikasi bisnis dapat juga diupdate
(IM9). Semua program investasi perlu ada masa akhir berlakunya (IM10),
yaitu ketika disepakati bahwa nilai bisnis yang diharapkan dari
investasi telah dapat tercapai atau sebaliknya jika jelas-jelas tidak
akan dapat tercapai. Selain itu perubahan pada portofolio operasional
IT, sebagai hasil dari program investasi, perlu dimasukkan ke dalam
portofolio layanan-layanan IT, aset atau sumber dayanya (IM7).
Secara sederhana sebenarnya nilai (value)
merupakan relasi antara ekspektasi dari para pihak yang berkepentingan
dengan kemampuan sumber daya untuk mewujudkannya. Dan tujuan dari
manajemen nilai –seperti halnya Val IT ini—ini intinya adalah untuk
merekonsiliasi kesenjangan diantara kedua hal tersebut. Ya, bagaimana
mengatur agar sumber daya yang dikeluarkan dapat memenuhi ekspektasi dan
juga sebaliknya, bagaimana ekspektasi dapat disesuaikan dengan
kemampuan sumber daya yang dimiliki. Definisi yang sederhana tapi tentu
tidak sederhana dalam mewujudkannya. Justru disinilah framework semacam
Val IT ini diharapkan dapat membantu.
